Penyebab Utama Kolesterol Tinggi

Penyebab utama kolesterol adalah kondisi tubuh sebagian orang tidak mampu menyerap dan mengolah lemak serta minyak sehingga menumpuk menjadi kolesterol jahat dan kemudian menjadi PLAK yang menempel pada pembuluh darah.

Jika plak tersebut telah menempel pada dinding pembuluh darah maka itu ibarat seperti jalanan yang macet yang disebabkan karena ada mobil “parkir sembarangan”.

Apabila sudah terjadi PLAK maka dapat menimpulkan penyakit yang sangat serius:

– PLAK yang menghambat aliran darah menuju otak, maka akan terjadi stroke

– PLAK yang menghambat aliran darah menuju jantung, maka akan terjadi serangan jantung mendadak.

Sayangnya PLAK ini tidak dapat dihilangkan begitu saja dengan obat apapun kecuali dengan operasi “kateter” melalui jarum khusus yang dimasukan ke dalam pembuluh darah.

Satu satunya cara yang bisa kita lakukan sekarang adalah mencegah PLAK terjadi.

Bagaimana cara mencegah PLAK terjadi?

Yaitu kembali lagi ke hal paling sederhana yaitu dengan

berolahraga dan menjaga makanan.

Percayalah, gak ada obat mujarab yang dapat menyembuhkan penyakit dalam sekejap.

Ibaratnya kalau kita lagi batuk, mau minum obat batuk sebanyak dan sebagus apapun tanpa menghindari makan dan minum yang manis dan dingin

Maka batuknya akan lama sekali sembuhnya.

Begitu juga dengan kolesterol, jika tidak diiringin dengan menghindari pantangannya maka kolesterol akan sulit sekali normalnya.

Apa Pantangan Kolesterol:

– Hindari gula pasir dan pemanis buatan.

– Hindari gula yang terkandung di dalam :

  • Susu fullcream,
  • Minuman bersoda,
  • Es krim
  • Kue Tart
  • Bolu

– Konsumsi karbohidrat seperti nasi atau mie dengan porsi tidak berlebihan karena karbohidrat juga mengandung gula dengan indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik tinggi artinya tubuh butuh waktu lebih lama merubah gula tersebut menjadi energi.

  • Udang
  • Lobster
  • Kepiting
  • Tiram dan kerang.
  • Cumi
  • Mentega
  • Keju
  • Daging yang mengandung lemak seperti hati, jeroan, lemak daging sapi, kambing, kerbau
  • Ayam negeri
  • Bebek
  • Telor

Hindari makanan yang digoreng secara berulang.

Hindari “stress” karena tubuh mengeluarkan hormon kortisol saat stress. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat. 

Gejala Lonjakan Kolesterol Setelah Makan Enak

Kolesterol sebenarnya tidak bergejala tetapi yang biasa terjadi setelah makan enak adalah gejala berikut:

– Pundak atau leher kaku
– Kepala terasa tegang
– Badan terasa pegal-pegal pas bangun di pagi hari.

Tapi-kan yang Namanya Hidup Pengen Juga Makan Enak

Gak ada yang larang buat makan enak, tapi ya sabar-sabar dulu aja sampai kolesterol normal. 

Buat kalian yang pengen normalin kadar kolesterol, kalian bisa konsumsi Jamkho secara rutin sampai kolesterol normal.

Kalau kolesterol sudah normal baru boleh makan enak lagi dan tetap konsumsi Jamkho 10 menit agar kolesterol tetap STABIL.

Tahukah Anda?

7 dari 10 Orang Mengalami Penurunan Kolesterol Setelah Minum Jamkho + Makan Enak, Sekaligus.

Izin BPOM TR. 133672511
Halal MUI 00130071780215

JAMKHO merupakan minuman fermentasi yang terbuat dari tanaman herbal mahkota dewa dan disempurnakan menggunakan TEKNOLOGI NANO.

Dengan TEKNOLOGI NANO proses ekstraksi herbal yang terkandung di dalam JAMKHO menjadi SUPER HALUS sehingga menghasilkan ramuan yang mudah diserap oleh tubuh dan khasiatnya bisa langsung dirasakan.

Telah terbukti 7 dari 10 relawan yang konsumsi JAMKHO disaat makan enak kadar kolesterolnya tetap STABIL dan bahkan ada yang TURUN.

Silahkan tonton video penelitian JAMKHO
bersama PRODIA dan dr. Vivi Kurniati Tjahjadi, M.Si di bawah ini:

Rangkuman Video Dokumentasi:

  • Uji laboratorium dilakukan oleh team dari PRODIA terhadap relawan yang terdiri dari pria dan wanita dengan rentang usia 25 – 62 tahun.
  • Relawan diberi 2 sloki Jamkho sebelum dan 2 sloki sesudah makan 
  • Makanan yang disajikan adalah soto betawi (daging dan santan).
  • 1 sloki Jamkho = 1 sendok makan = 15 ml.
  • Warna kuning: Hasil tes sebelum makan enak.
  • Warna biru: Hasil tes setelah 2 jam makan enak.

PAKAR HERBAL DIBALIK JAMKHO

JAMKHO diracik oleh pakar herbal Oma Ning Harmanto yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang herbal.

Oma Ning Harmanto Saat Bertemu dr. Terawan
Oma Ning Harmanto Saat Bertemu Prof. Rhenald Kasali

Liputan Media

APA KATA MEREKA TENTANG JAMKHO?

*Disclaimer: Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing individu.

JAMKHO COCOK UNTUK

✅ Bagi Anda yang suka traveling sambil wisata kuliner, biar kulineran aman dan liburan nyaman.

✅ Sering menghadiri meeting atau jamuan makan enak, Jamkho bisa jadi solusi untuk Anda biar gak “gagal fokus” pas meeting.

✅ Ingin lebih PeDe ngantri makanan berkolesterol tinggi seperti soto atau sate daging pas kondangan. Cuma ingat tetap makan sewajarnya ya.

Rutin ngumpul sambil kulineran di akhir pekan bersama teman, pasangan atau keluarga. Sedia Jamkho biar suasana hangat tetap terjaga.

BERAPA HARGA JAMKHO?

Mau Promo Gratis Ongkir?

Yuk isi formulir ini

Loading...

Terima pembayaran via Bank Transfer maupun COD

FAQ

Aman, tetapi dianjurkan konsumsinya setelah makan dan dicampur dengan setengah gelas air putih hangat ya.

Boleh, tetapi untuk konsumsinya dianjurkan dalam suhu normal.

Karena ukuran sendok makan berbeda-beda.

Untuk hasil maksimal kami sarankan menggunakan sloki ukuran 15 ml, dengan dosis sebagai berikut:

2×2 sloki untuk kolesterol di atas 200 mg/dL

2×1 sloki untuk kolesterol di bawah 200 mg/dL

Aman, Jamkho tidak menyebabkan ketergantungan.

Jamkho tidak disarankan untuk Ibu Hamil karena Jamkho terbuat dari herbal fermentasi

Jika ada asam lambung akut, Jamkho dapat dikonsumsi setelah makan dan dicampur setengah gelas air putih hangat.

Tidak harus, hanya saja kami sarankan untuk minum Jamkho 2 sloki 15 menit sebelum makan enak.